Semaran, 5 Agustus 2026 – Kimpul Viral TikTok menjadi topik yang ramai dibicarakan setelah banyak kreator konten mengolah umbi lokal ini menjadi hidangan kekinian. Mulai dari lasagna, dumpling, hingga mashed kimpul, berbagai kreasi tersebut berhasil menarik perhatian warganet dan membuat banyak orang penasaran dengan bahan pangan tradisional ini. Di balik popularitasnya, kimpul ternyata menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan dan berpotensi menjadi sumber karbohidrat alternatif.
Kimpul Viral TikTok Berkat Kreasi Kuliner
Popularitas kimpul bermula dari konten kreator yang menghadirkan olahan modern berbahan dasar umbi lokal. Selain tampil menarik, kreasi tersebut juga memperkenalkan kembali bahan pangan yang mulai jarang dikenal generasi muda. Karena itu, banyak warganet mulai mencari tahu apa itu kimpul dan bagaimana cara mengolahnya.
Apa Itu Kimpul?
Kimpul merupakan tanaman umbi-umbian dari keluarga talas-talasan dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium. Umbi ini memiliki tekstur lembut, pulen, dan rasa gurih setelah dimasak. Meski sering disamakan dengan talas, kimpul merupakan tanaman yang berbeda dan memiliki karakteristik tersendiri.
Kaya Nutrisi dan Mudah Diolah
Kimpul mengandung karbohidrat, serat, vitamin, dan berbagai mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan tersebut menjadikannya sumber energi sekaligus pilihan pangan lokal yang layak dipertimbangkan. Selain direbus atau dikukus, kimpul juga bisa diolah menjadi camilan, makanan utama, hingga menu modern yang sedang populer di media sosial. Namun, sebelum dimasak, kimpul sebaiknya diolah dengan benar untuk mengurangi kandungan kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal.
Pangan Lokal yang Kembali Dilirik
Ramainya pembahasan tentang kimpul menunjukkan bahwa bahan pangan lokal masih memiliki daya tarik jika dikemas secara kreatif. Selain membantu mengenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada generasi muda, tren ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan umbi lokal sebagai alternatif selain kentang atau singkong. Dengan demikian, popularitas kimpul di media sosial tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi juga mendorong apresiasi terhadap pangan lokal.
Sumber: Sidonews

