Semarang, 24 Agustus 2026 – Istilah desil 10 belakangan ramai diperbincangkan. Banyak orang mengira kelompok ini hanya berisi orang kaya atau bahkan konglomerat.
Padahal, anggapan tersebut tidak tepat. Desil merupakan sistem untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Jadi, masuk kelompok teratas tidak otomatis berarti seseorang punya kekayaan dalam jumlah fantastis.
Mengenal Sistem Desil
Secara sederhana, desil membagi masyarakat menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Pembagiannya dimulai dari desil 1 hingga desil 10.
Kelompok pertama berada pada tingkat kesejahteraan paling rendah. Sebaliknya, kelompok terakhir berada pada tingkat yang lebih tinggi dibanding kelompok lainnya.
Namun, pembagian tersebut bukan berarti setiap orang di kelompok terakhir memiliki jumlah aset yang sama. Kondisi ekonomi setiap rumah tangga tetap bisa berbeda.
Bukan Sekadar Menghitung Kekayaan
Hal penting lainnya adalah memahami cara melihat data tersebut. Pengelompokan sosial ekonomi tidak hanya berkaitan dengan jumlah uang atau aset yang dimiliki seseorang.
Ada berbagai indikator yang dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi sebuah rumah tangga. Karena itu, posisi dalam suatu kelompok tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai jumlah kekayaan.
Artinya, seseorang yang berada di kelompok kesejahteraan tertinggi belum tentu memiliki perusahaan besar atau aset bernilai fantastis.
Kenapa Sering Disalahartikan?
Istilah desil mungkin terdengar seperti peringkat kekayaan. Padahal, fungsinya lebih luas.
Data sosial ekonomi dapat membantu pemerintah melihat kondisi masyarakat. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan dalam penyusunan berbagai kebijakan dan program agar lebih tepat sasaran.
Karena itu, kategori ini tidak seharusnya digunakan untuk langsung menilai seseorang sebagai orang kaya.
Apalagi, kondisi ekonomi seseorang bisa berubah seiring waktu. Penghasilan, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, serta berbagai faktor lain dapat memengaruhi keadaan sebuah rumah tangga.
Jadi, Apa Artinya?
Jika seseorang masuk desil 10, artinya kondisi sosial ekonominya berada dalam kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang relatif tinggi berdasarkan sistem pengelompokan tersebut.
Meski begitu, status tersebut tidak otomatis menjadikannya konglomerat.
Ada perbedaan antara tingkat kesejahteraan dan jumlah kekayaan. Keduanya memang berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi bukan sesuatu yang bisa disamakan begitu saja.
Jadi, jangan langsung membayangkan rumah mewah, mobil mahal, atau rekening tanpa batas ketika mendengar istilah ini. ðŸ˜
Yang lebih tepat, data tersebut menunjukkan posisi sebuah rumah tangga dalam pembagian kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Pada akhirnya, memahami istilah ini dengan benar penting agar informasi ekonomi tidak menimbulkan salah persepsi. Masuk kelompok kesejahteraan tertinggi bukan berarti seseorang otomatis menjadi konglomerat.
Sumber: cnn

