Delulu Is The Solulu, Tren Gen Z yang Ramai Dibahas di Media Sosial

Semarang, 9 Juni 2026 – Belakangan ini, istilah Delulu Is The Solulu semakin sering muncul di TikTok, X, dan berbagai platform media sosial lainnya. Banyak anak muda menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan kebiasaan berpikir optimistis secara berlebihan terhadap suatu situasi yang belum tentu terjadi.

Awalnya, istilah “delulu” merupakan singkatan dari delusional yang berarti memiliki keyakinan atau harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Namun seiring waktu, istilah ini berkembang menjadi candaan internet yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu percaya diri terhadap impian atau harapannya.

Kenapa Delulu Is The Solulu Jadi Viral?

Popularitas istilah ini tidak lepas dari budaya internet yang gemar membuat meme dan tren baru. Selain terdengar unik, frasa tersebut juga dianggap lucu karena menggambarkan pola pikir yang sering dialami banyak orang.

Di media sosial, banyak pengguna yang bercanda tentang berbagai hal menggunakan konsep delulu. Misalnya, merasa akan diterima kerja meski belum mendapat panggilan, yakin akan bertemu idola favorit, atau percaya bahwa hal baik akan datang dalam waktu dekat.

Karena itu, banyak Gen Z menganggap tren ini sebagai bentuk afirmasi positif yang membuat mereka lebih semangat menjalani aktivitas sehari-hari.

Antara Motivasi dan Realitas

Meski sering digunakan sebagai lelucon, sebagian orang melihat bahwa konsep ini memiliki sisi positif. Berpikir optimistis dapat membantu seseorang lebih percaya diri dan berani mencoba hal baru.

Namun di sisi lain, beberapa ahli mengingatkan bahwa harapan yang terlalu jauh dari realitas juga dapat menimbulkan kekecewaan apabila tidak dibarengi dengan usaha dan pemahaman yang realistis.

Oleh sebab itu, penting untuk tetap membedakan antara motivasi diri dan ekspektasi yang tidak masuk akal.

Kenapa Banyak Gen Z Relate?

Banyak anak muda merasa tren ini dekat dengan kehidupan mereka karena tekanan sosial saat ini cukup besar. Mulai dari tuntutan karier, pendidikan, hingga kehidupan pribadi sering membuat seseorang merasa cemas terhadap masa depan.

Karena itu, sebagian orang menggunakan pola pikir “delulu” sebagai cara untuk menjaga semangat dan melihat kemungkinan baik dalam hidup mereka. Meski begitu, sebagian besar pengguna media sosial memahami istilah ini sebagai candaan dan bukan sesuatu yang harus diterapkan secara ekstrem.

Delulu Is The Solulu, Sekadar Tren atau Cara Bertahan?

Pada akhirnya, Delulu Is The Solulu lebih banyak dipahami sebagai fenomena budaya internet dibanding panduan hidup yang sesungguhnya. Tren ini menunjukkan bagaimana generasi muda mencari cara untuk menghadapi tekanan hidup dengan humor dan optimisme.

Selama tetap diimbangi dengan tindakan nyata dan ekspektasi yang realistis, berpikir positif tentu tidak ada salahnya. Namun yang terpenting, setiap tujuan tetap membutuhkan usaha, bukan hanya keyakinan semata.

Sumber: the cloumn