Cabut dari Media Sosial, Emang Kenapa?

Cabut dari media sosial belakangan ini jadi fenomena yang makin sering terjadi, terutama di kalangan Gen Z. Banyak orang mulai mengurangi penggunaan media sosial. Bahkan, ada yang menghapus aplikasi atau memilih jadi silent user.

Tren ini sering disebut sebagai digital detox atau usaha menjauh sejenak dari dunia internet demi menjaga kesehatan mental dan mengurangi rasa lelah emosional akibat media sosial.

Gen Z Mulai Lelah dengan Media Sosial

Dulu media sosial dipakai untuk berbagi cerita dan tetap terhubung dengan teman. Namun sekarang, banyak pengguna merasa media sosial justru bikin capek mental karena timeline dipenuhi flexing, drama, berita negatif, dan konten tanpa henti.

Salah satu hal yang sering disorot adalah kebiasaan doomscrolling, yaitu terus scrolling konten negatif selama berjam-jam tanpa sadar. Banyak orang merasa algoritma media sosial sekarang terlalu agresif karena terus menyajikan konten random supaya pengguna tetap online lebih lama.

Fenomena cabut dari media sosial akhirnya jadi pilihan sebagian orang untuk mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental mereka.

Doomscrolling dan Tekanan Sosial Bikin Insecure

Media sosial juga sering dianggap sebagai tempat untuk menunjukkan kehidupan sempurna. Melihat orang lain liburan, sukses, atau terlihat selalu bahagia membuat sebagian pengguna merasa tertinggal.

Padahal, apa yang terlihat di internet sering kali hanya highlight kehidupan seseorang saja. Karena itu, tidak sedikit anak muda mulai merasa insecure dan lelah membandingkan hidup mereka dengan orang lain di media sosial.

Selain itu, tren “zero post” juga mulai ramai. Banyak Gen Z memilih aktif scrolling tetapi tidak pernah upload apa pun karena takut meninggalkan jejak digital atau sekadar capek harus terlihat aktif di internet setiap saat.

Konten AI dan Hoaks Bikin Internet Terasa Melelahkan

Munculnya konten AI dan hoaks juga membuat pengalaman bermain media sosial terasa makin melelahkan. Banyak pengguna merasa isi internet sekarang terlalu ramai, terlalu cepat, dan kadang terasa tidak nyata lagi.

Meski begitu, fenomena cabut dari media sosial bukan berarti harus benar-benar hilang dari internet. Banyak orang sekarang lebih memilih memakai media sosial seperlunya saja supaya hidup terasa lebih tenang dan tidak terus-terusan membandingkan diri dengan orang lain.

Bahkan, sebagian pengguna mulai mengganti kebiasaan scrolling berlebihan dengan aktivitas lain seperti membaca buku, olahraga, atau menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga agar kesehatan mental tetap terjaga.