Semarang, 29 Oktober 2026 – JKT48 kembali menghadirkan karya baru lewat single berjudul “Ayo Senyumlah”. Dirilis pada 24 Oktober 2026, lagu ini menjadi single ke-28 sekaligus single orisinal keempat grup idola tersebut. Karya terbaru ini menarik perhatian berkat perpaduan musik pop dengan unsur budaya Indonesia.
Lagu “Ayo Senyumlah” juga menampilkan Trisha sebagai center untuk pertama kalinya. Sebanyak 40 member inti JKT48 terlibat dalam single ini, menjadikannya salah satu rilisan yang spesial bagi grup tersebut.
Video Musik “Ayo Senyumlah” Tampilkan Ikon Indonesia
Salah satu fakta menarik dari “Ayo Senyumlah” adalah lokasi pengambilan gambar video musiknya. JKT48 menggunakan sejumlah tempat, termasuk Candi Prambanan dan Candi Borobudur, sebagai latar visual.
Selain itu, video musiknya menampilkan suasana sekolah, panti jompo, kebun teh, hingga perkantoran. Para member juga berinteraksi dengan masyarakat dan penggemar, termasuk saat proses syuting di kawasan Car Free Day Sudirman, Jakarta.
Kostum Member JKT48 Memadukan Motif Batik
Unsur budaya Indonesia juga terlihat melalui kostum yang dikenakan para member. Busana tersebut memadukan gaya modern dengan motif batik dari berbagai daerah.
Menariknya, beberapa motif batik disesuaikan dengan daerah asal masing-masing member. Konsep ini menjadi salah satu daya tarik visual dalam video musik “Ayo Senyumlah”.
Kostum tersebut dirancang oleh Dini Indah Lestari, desainer yang sebelumnya juga menggarap sejumlah kostum untuk lagu-lagu JKT48 lainnya.
Ada Instrumen Lagu Daerah dalam Aransemen
Tak hanya melalui visual, JKT48 turut memasukkan unsur musik tradisional ke dalam lagu “Ayo Senyumlah”. Pada bagian interlude sebelum bridge, pendengar dapat menemukan melodi dari sejumlah lagu daerah Indonesia.
Beberapa lagu yang dihadirkan antara lain “Kampuang Nan Jauh di Mato”, “Ampar-Ampar Pisang”, “Cublak-Cublak Suweng”, “Gundul-Gundul Pacul”, dan “Ayo Mama”.
Perpaduan tersebut memberikan sentuhan khas Nusantara di tengah aransemen pop modern. Unsur musik daerah juga selaras dengan konsep video musik yang menonjolkan kekayaan budaya Indonesia.
Koreografi Menggabungkan Gerakan Modern dan Tradisional
Koreografi “Ayo Senyumlah” turut menjadi bagian yang menarik untuk diperhatikan. Garapan tarian melibatkan koreografer asal Jepang, Ginjiro dan Terupop, serta koreografer JKT48, Rendy White dan Inneke Patricia atau Iin Waode.
Gerakan tari tradisional disisipkan bersama alunan lagu daerah. Salah satu contohnya terlihat pada bagian “Cublak-Cublak Suweng”, ketika para member memperagakan gerakan yang terinspirasi dari permainan tradisional tersebut.
Mantan Member JKT48V Ikut Mengisi Backing Vocal
Fakta lainnya datang dari proses produksi musik. Lagu “Ayo Senyumlah” digarap oleh Aokuri, staf JKT48 yang menangani sejumlah peran, mulai dari komposer, penata musik, penulis lirik, hingga pengarah vokal.
Selain itu, Pia Meraleo, mantan anggota JKT48 Virtual, turut berkontribusi sebagai backing vocal. Karakter virtual tersebut diisi suaranya oleh Jeane D. Silalahi, yang namanya tercantum dalam kredit video musik.
Lewat “Ayo Senyumlah”, JKT48 menghadirkan karya yang memadukan musik pop, koreografi, dan budaya Indonesia. Perpaduan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar yang ingin melihat sisi berbeda dari single terbaru grup idola ini.
Tim Redaksi Gaul FM
Source : idntimes.com


