SemarKangen Band Bubar, Begini Perjalanannya dari 2005 hingga 2026
Semarang, 14 September 2026 — Kabar mengejutkan datang dari salah satu grup musik pop Melayu Indonesia yang populer sejak era 2000-an. Setelah lebih dari dua dekade berkarier, grup asal Lampung ini dinyatakan bubar pada 2026.
Perjalanan panjang tersebut diwarnai berbagai pencapaian, pergantian personel, hingga dinamika internal yang membuat formasinya beberapa kali berubah.
Awal Perjalanan pada 2005
Grup ini dibentuk di Lampung pada 2005. Formasi awalnya terdiri dari Dodhy, Andika, Tama, Izzy, Bebe, dan Barry.
Di tengah popularitas musik pop Melayu pada era tersebut, mereka mulai menarik perhatian pendengar lewat lagu-lagu dengan melodi sederhana dan lirik yang mudah diingat.
Nama mereka kemudian semakin dikenal setelah berhasil masuk ke industri musik nasional.
Populer di Era 2000-an
Memasuki akhir 2000-an, grup tersebut menjadi salah satu nama yang cukup sering menghiasi industri musik Indonesia.
Lagu-lagu mereka banyak didengarkan dan membuat karakter musik pop Melayu semakin dekat dengan masyarakat. Popularitas itu juga membuat mereka memiliki basis penggemar yang cukup kuat.
Namun, perjalanan karier mereka tidak selalu berjalan mulus. Pergantian anggota menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang grup tersebut.
Sempat Mengalami Pergantian Personel
Selama berkarier, sejumlah perubahan terjadi dalam formasi. Salah satunya adalah Andika Mahesa yang sempat meninggalkan grup sebelum kemudian kembali bergabung.
Pergantian personel tersebut menjadi bagian dari dinamika yang terus berlangsung selama lebih dari 20 tahun. Meski formasi berubah, aktivitas bermusik tetap dilanjutkan.
Pernyataan Bubar pada 2026
Babak baru terjadi pada September 2026 ketika Dodhy menyatakan grup tersebut telah bubar.
Selain mengumumkan pembubaran, Dodhy juga melarang mantan personel membawakan lagu-lagu ciptaannya. Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Andika Mahesa yang mengaku terkejut dengan keputusan tersebut.
Kabar ini pun kembali membuat perjalanan grup yang telah dimulai sejak 2005 menjadi perhatian publik.
Dua Dekade yang Penuh Cerita
Lebih dari 20 tahun perjalanan tentu menyimpan banyak cerita. Mulai dari membangun karier di Lampung, meraih popularitas secara nasional, menghadapi pergantian personel, hingga akhirnya memasuki fase baru pada 2026.
Meski perjalanannya berakhir dengan kabar pembubaran, lagu-lagu yang pernah mereka hadirkan tetap menjadi bagian dari nostalgia musik Indonesia, khususnya bagi pendengar yang tumbuh pada era 2000-an.
Sumber: Berita Satu


