Menkes Ingatkan Gejala Gangguan Pernapasan Akibat Asap Karhutla

Semarang, 26 Oktober 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga bisa mengganggu kesehatan masyarakat. Paparan asap berpotensi memicu masalah pernapasan, terutama ketika kualitas udara memburuk.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala gangguan pernapasan akibat asap karhutla. Dengan memahami tanda-tandanya sejak awal, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan.

Gejala Gangguan Pernapasan Akibat Asap Karhutla

Asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5 yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga paru-paru. Paparan polutan ini dapat memicu berbagai keluhan kesehatan.

Gejala awal yang perlu diperhatikan antara lain batuk, tenggorokan terasa gatal atau sakit, serta iritasi mata. Jika paparan berlanjut, seseorang juga dapat mengalami sesak napas atau kondisi penyakit pernapasan yang sudah dimiliki menjadi lebih buruk.

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu memperhatikan perubahan kondisi tubuh dan tidak mengabaikan gejala yang semakin berat.

Kelompok Rentan Perlu Lebih Waspada

Dampak asap karhutla dapat dirasakan oleh siapa saja. Namun, bayi dan anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru perlu mendapat perhatian lebih.

Kelompok tersebut dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga dapat memantau informasi kualitas udara melalui sumber resmi untuk membantu menentukan aktivitas yang aman.

Cara Mengurangi Risiko Paparan Asap Karhutla

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap. Pertama, batasi aktivitas di luar ruangan ketika udara tercemar. Kedua, gunakan masker respirator seperti N95 dengan pemasangan yang benar apabila harus beraktivitas di luar.

Selain itu, tutup celah masuknya asap dan gunakan penyaring udara jika tersedia. Masyarakat juga disarankan menjaga kondisi tubuh dan memperhatikan perkembangan gejala yang muncul.

Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau keluhan yang semakin memburuk, segera cari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Mengenali gejala gangguan pernapasan sejak dini menjadi langkah penting untuk menghadapi dampak karhutla. Dengan mengurangi paparan asap dan mengikuti imbauan kesehatan, masyarakat dapat membantu melindungi diri serta keluarga dari risiko polusi udara.

Tim Redaksi Gaul FM

Source : Kompas.com

Share