Gunung Rinjani Hasilkan Dampak Ekonomi Rp443 Miliar bagi Masyarakat

Semarang, 29 Oktober 2026 – Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan data Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), aktivitas pariwisata dan jasa lingkungan menghasilkan perputaran ekonomi mencapai Rp443 miliar selama periode 2021–2025.

Kepala BTNGR, Budhy Kurniawan, menjelaskan bahwa aktivitas wisata di kawasan tersebut memiliki efek berganda atau multiplier effect rata-rata sebesar 3,7 kali lipat. Artinya, setiap Rp1 yang dibelanjakan wisatawan dapat mendorong perputaran ekonomi hingga Rp3,70 di berbagai sektor pendukung.

Pariwisata Rinjani Gerakkan Berbagai Sektor Usaha

Dampak ekonomi dari pariwisata Gunung Rinjani dirasakan oleh sejumlah sektor, mulai dari penginapan, transportasi, kuliner, hingga jasa porter dan pendakian.

Perputaran uang tersebut turut mendukung usaha masyarakat lokal yang menyediakan kebutuhan wisatawan. Selain memberikan manfaat ekonomi, aktivitas wisata juga dinilai dapat menjadi salah satu fondasi untuk mendukung pembiayaan konservasi secara berkelanjutan.

Penerimaan Negara dari Rinjani Capai Rp96,9 Miliar

Selain memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat, kawasan Gunung Rinjani juga berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

BTNGR mencatat total PNBP dari kawasan tersebut mencapai Rp96,9 miliar sejak 2021 hingga September 2026. Penerimaannya menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada 2021, PNBP tercatat sebesar Rp577,5 juta. Angka tersebut meningkat menjadi Rp4,9 miliar pada 2022, Rp14,7 miliar pada 2023, Rp22,5 miliar pada 2024, dan Rp25,9 miliar pada 2025.

Sementara itu, hingga September 2026, PNBP kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani mencapai Rp28,3 miliar.

Rinjani Punya Peran Penting bagi Ekonomi Lokal

Peningkatan penerimaan negara tersebut mencerminkan pengelolaan wisata alam serta minat wisatawan domestik dan mancanegara terhadap Gunung Rinjani.

Data ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata alam dapat memberikan manfaat lebih luas, baik bagi pelaku usaha lokal maupun upaya pelestarian kawasan. Karena itu, pengelolaan wisata dan konservasi perlu berjalan beriringan agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat sekitar.

Tim Redaksi Gaul FM

Source : Antaranews.com

Share