Semarang, 20 Agustus 2026- Profesi content creator yang selama ini identik dengan bikin video dari kamar atau ngejar viral di media sosial ternyata mulai masuk ke dunia pendidikan tinggi. Arizona State University (ASU) di Amerika Serikat akan membuka program sarjana Content Creation yang secara khusus membekali mahasiswa untuk berkarier di industri kreator digital.
Program tersebut berada di bawah Walter Cronkite School of Journalism and Mass Communication. Rencananya, perkuliahan dimulai pada tahun akademik yang berlangsung mulai 14 Oktober 2026. Program ini tersedia di kampus ASU Phoenix, ASU Los Angeles, serta melalui sistem pembelajaran daring.
Bukan Cuma Belajar Bikin Konten
Kalau kamu membayangkan jurusannya cuma belajar bikin TikTok atau Instagram Reels, ternyata nggak sesederhana itu.
Program Content Creation dirancang untuk mengajarkan mahasiswa cara membangun audiens, mengembangkan personal branding, sekaligus memahami strategi di balik sebuah konten. Materi yang dipelajari mencakup perencanaan konten, produksi video dan siniar, wawasan global, hingga pengembangan merek.
Jadi, mahasiswa nggak cuma dituntut bisa membuat konten yang menarik. Mereka juga belajar bagaimana sebuah konten bisa memiliki tujuan, membangun hubungan dengan audiens, dan mendukung sebuah brand.
Ada Kesempatan Belajar sampai ke Tokyo
Menariknya, pembelajaran juga nggak hanya dilakukan di dalam kelas. Mahasiswa berkesempatan mendapatkan pengalaman praktis melalui program yang berkaitan dengan industri kreatif.
Salah satunya adalah kesempatan mengikuti kelas fotografi di Skotlandia serta mempelajari media sosial di Tokyo. Pengalaman tersebut bisa menjadi bekal tambahan untuk memahami bagaimana industri kreator berkembang di berbagai negara.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan punya pengalaman yang lebih luas sebelum benar-benar masuk ke industri kreatif.
Lulus Bisa Jadi Influencer sampai Strategist
Lalu, setelah lulus mau jadi apa?
Program ini membuka peluang karier yang cukup beragam. Lulusan dapat bekerja sebagai influencer digital, content strategist, brand developer, social media manager, hingga spesialis engagement audiens.
Artinya, kuliah content creation nggak hanya diarahkan untuk mereka yang ingin menjadi influencer. Kemampuan membuat dan mengelola konten juga bisa digunakan untuk bekerja di perusahaan, agensi, brand, maupun berbagai industri yang membutuhkan strategi digital.
ASU Bukan Kampus Pertama
Menariknya, ASU bukan satu-satunya universitas di Amerika Serikat yang menawarkan pendidikan khusus di bidang ini.
St. Bonaventure University di New York juga telah memiliki program sarjana Content Creation. Program tersebut diumumkan pada Desember 2025 dan mulai menerima mahasiswa angkatan pertamanya pada musim gugur 2026.
Kemunculan berbagai program ini menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai kreator digital mulai dipandang sebagai profesi yang membutuhkan kemampuan khusus.
Apalagi, industri kreator terus berkembang. Data yang dikutip dari laporan Interactive Advertising Bureau dan Harvard Business School menunjukkan jumlah pekerjaan kreator digital penuh waktu di Amerika Serikat meningkat dari sekitar 200 ribu pada 2020 menjadi 1,5 juta pada 2024.
Jadi, Kuliah Buat Jadi Influencer?
Pada akhirnya, jurusan seperti Content Creation menunjukkan bahwa menjadi kreator digital bukan lagi sekadar soal punya kamera, akun media sosial, dan ide konten.
Di balik konten yang terlihat sederhana, ada kemampuan produksi, strategi komunikasi, branding, riset audiens, hingga pemahaman tentang tren digital.
Jadi kalau selama ini kamu pernah bercanda, “kuliah apa yang bisa bikin aku jadi influencer?”, ternyata sekarang jawabannya mulai benar-benar ada. Bedanya, kali ini bukan cuma belajar cara viral, tapi juga belajar bagaimana membangun karier di balik industri kreator yang terus berkembang.
Sumber: kompas

