Semarang, 16 Juli 2026 – Media sosial telah mengubah cara masyarakat membeli banyak produk, termasuk parfum. Kini, banyak anak muda melakukan blind buy parfum hanya berdasarkan ulasan di TikTok. Mereka membeli tanpa mencoba aroma secara langsung.
Fenomena blind buy parfum Gen Z semakin sering ditemukan. Alasannya sederhana. TikTok menyediakan banyak konten yang membahas aroma, ketahanan, dan pengalaman memakai parfum. Karena itu, banyak pengguna merasa lebih percaya diri saat memutuskan membeli.
Apa Itu Blind Buy Parfum?
Blind buy parfum adalah membeli parfum tanpa mencium aromanya terlebih dahulu. Biasanya, keputusan tersebut dibuat setelah melihat review dari kreator konten atau membaca pengalaman pembeli lain.
Dulu, konsumen harus datang ke toko untuk mencoba parfum. Namun, kebiasaan itu mulai berubah. Kini, banyak orang lebih memilih mencari informasi melalui media sosial sebelum berbelanja.
Mengapa Gen Z Percaya Review TikTok?
TikTok menghadirkan video singkat yang mudah dipahami. Selain itu, banyak kreator menjelaskan aroma parfum dengan bahasa yang sederhana. Misalnya, mereka menyebut aroma sebagai fresh, manis, woody, atau clean.
Penjelasan tersebut membuat penonton lebih mudah membayangkan karakter parfum. Akibatnya, mereka lebih yakin untuk membeli meski belum pernah mencobanya.
Di sisi lain, komentar dari pengguna lain juga memiliki pengaruh besar. Banyak calon pembeli membaca pengalaman orang lain sebelum menentukan pilihan.
Keuntungan Blind Buy Parfum
Blind buy memiliki beberapa keuntungan. Pertama, proses belanja menjadi lebih cepat. Kedua, konsumen bisa menemukan parfum viral yang belum tersedia di toko terdekat.
Selain itu, banyak merek lokal memperkenalkan produknya melalui TikTok. Cara ini membantu konsumen mengenal parfum baru tanpa harus datang ke gerai.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meski praktis, blind buy tetap memiliki risiko. Aroma parfum dapat berubah sesuai jenis kulit setiap orang. Oleh karena itu, hasil akhirnya belum tentu sama dengan pengalaman orang lain.
Selain itu, selera setiap orang juga berbeda. Parfum yang dianggap harum oleh seorang reviewer belum tentu cocok untuk semua pengguna.
Karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu review. Bandingkan beberapa ulasan sebelum membeli. Jika memungkinkan, pilih ukuran tester terlebih dahulu.
Media Sosial Kini Jadi Referensi Belanja
TikTok tidak lagi hanya menjadi tempat hiburan. Kini, platform tersebut juga menjadi sumber informasi sebelum membeli berbagai produk, termasuk parfum.
Sementara itu, banyak merek memanfaatkan tren ini dengan bekerja sama bersama kreator konten. Strategi tersebut membantu memperkenalkan produk kepada calon pembeli yang lebih luas.
Pada akhirnya, fenomena blind buy parfum Gen Z menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh besar terhadap keputusan belanja. Meski demikian, konsumen tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan dan selera pribadi sebelum membeli parfum.
Sumber: kumparan

